Kakak Vs Adik 2

Agar Kakak Tak Cemburu Pada Adik Bayi

Jika tidak dipersiapkan secara tepat, kelahiran adik baru bisa memicu kecemburuan kakaknya. Ia merasa mendapatkan saingan, dan tidak lagi diperhatioan oleh seluruh anggota keluarga.

Meskipun kecemburuan ini bersifat manusiawi, Anda tidak boleh membiarkan hal ini berlanjut. Agar kelak hubungan antara si kakak dengan adik, juga Anda sebagai orang tuanya tetap harmonis.
Kenali penyebab kecemburuan

*

Rasa cemburu pada anak yang lebih tua muncul karena posisinya sebagai anak kesayangan mulai terancam dan tersaingi.
*

Tahapan perkembangan adik yang masih bayi menarik perhatian seluruh keluarga. Kondisi inilah yang paling sering memicu kecemburaan pada kakak. “Aku lebih pandai dari adik, kok tidak diperhatikan?”

Jenis pelampiasan

Kecemburuan pada si adik biasanya dilampiaskan dengan berbagai perilaku, dari yang positif hingga negatif. Tergantung pada bagaimana cara si kakak menarik perhatian orang tuanya, contoh:

1.
Sayang dan selalu ingin dekat adik. Kondisi ini adalah pelampiasan rasa cemburu yang positif. Jika sayang pada adik, ia berharap mendapatkan rewads berupa pujian sehingga orang tua akan memperhatikannya.

2.
Menyakiti adik. Memukul, mencubit, mengigit, mencakar dan menjambak adik adalah kecemburuan yang dilampiaskan secara negatif.

3.
Marah dan ngambek. Sulit diatur, mudah marah, rewel dan tiba-tiba menjadi cengeng.

Jangan bereaksi secara berlebihan jika si kakak menunjukan pelampiasan secara negatif, karena hal tersebut hanya semakin memupuk perilaku negatifnya. Pendekatan yang bijak akan membantu anak memahami situasi secara tepat.
Dampak jika tidak tertangani

*
Jika dibiarkan berlarut-larut, ada kemungkinan saat dewasa perasaan cemburu ini berlanjut menjadi iri dan dengki. Sehingga hubungan antarsaudara menjadi tidak harmonis.

*
Anak akan mengembangkan sifat rendah diri, susah menerima kekalahan, egois, serta sulit menerima saran.

*
Memburuknya hubungan dengan orangtua. Sikap orang tua yang dianggap tidak adil, mudah membekas pada anak. Tak mustahil perasaan ini akan terus terpendam hingga dewasa. Akibatnya, hubungan anak dengan orang tua tidak seharmonis yang diharapkan.

Solusi

*

Persiapan secara mental bisa diberikan kepada si kakak sejak adik belum lahir. Bicarakan secara ‘natural’ dan jangan membuatnya cemas. Tak perlu terburu-buru, sebaiknya tunggu hingga ia bertanya lebih dulu.
*

Ceritakan tentang proses kelahirannya, dan perasaan bahagia Anda ketika hal itu terjadi. Sehingga ia mengetahui bahwa Anda pun melakukan hal yang sama untuknya.

*

Jika ada teman atau anggota keluarga yang melahirkan, ajaklah ia untuk ikut berkunjung, sehingga ia tahu bahwa bayi baru adalah bagian dari kehidupan keluarga.

*

Libatkan si kakak pada kehamilan Anda. Ajak ia ikut saat Anda pergi kontrol ke dokter kandungan. Perlihatkan hasil USG yang sudah dicetak.

*

Libatkan si kakak saat Anda menyiapkan keperluan untuk kelahiran adiknya. Misalnya saat Anda membeli baju biarkan ia membantu memilihkan.

*

Biarkan ia ikut mencari dan memilihkan nama untuk calon adiknya.

*

Saat adik bayinya lahir, libatkan ia dalam kegiatan-kegiatan adiknya. Misalnya, proses makan, memandikan, memberi susu, dan sebagainya.

*

Selalu jelaskan padanya jika adik bayi perlu mendapat perawatan karena dia belum bisa melakukannya sendiri. Nah, kakak juga harus ikut merawat karena adiknya butuh perhatian dari seluruh isi rumah ini.

*

Sesering mungkin ucapkan padanya bahwa kasih sayang Anda dan ayahnya tidak berkurang sedikitpun padanya. Belai dan berikan ciuman padanya. Bentuk perhatian yang bukan materi akan sangat berarti buatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: