GEJALA LOMPATAN PERKEMBANGAN PADA ANAK GIFTED

GEJALA LOMPATAN PERKEMBANGAN
PADA ANAK GIFTED
Catatan: gejala-gejala di bawah ini dapat dilihat oleh dokter anak tumbuh kembang melalui pemeriksaan
tumbuh kembang secara berkala, mengikuti patokan normal populasi setempat.
PERIODE BAYI
Pada perkembangan nol hingga 2,5 tahun, masih terlalu dini untuk memberi label sebagai
anak gifted, namun kepadanya diberi label lain yaitu anak dengan lompatan perkembangan
(kinderen met ontwikkeling voorsprong). Pada anak tersebut terdapat beberapa gejala yang
dapat menunjukkan bahwa kelak anak tersebut akan berkembang menjadi anak gifted. Gejalagejala
ini umumnya akan dikenal kembali oleh orang tuanya jika melihat kembali masa-masa
lalunya.
Gejala
• Lebih besar dan lebih berat dari rata-rata anak yang lahir
• Tak sabaran
• Cepat dalam perkembangan membalas senyuman dan melihat ke sekililing
• Waktu tidur yang sedikit
• Sangat alert
• Sangat sensitive
• Perkembangannya cepat
• Mempunyai pola yang tetap dan teratur
• Seringkali sangat tergantung, seringkali menuntut perhatian lebih
• Mempunyai daya ingat yang kuat
Untuk perilaku tertentu, menunjukkan lebih cepat berkembang dibanding rata-rata
(tergantung pada minggu atau bulan tertentu diusia bayi):
Motorik halus:
• Melihat ke tangannya
• Memainkan kedua tangannya di depannya
• Mengambil blokje
• Mengambil blokje kedua dengan tangan yang lain
• Mengambil dan memasukkan blokje dari kotak
• Bermain memberi dan menerima
Motorik kasar:
• Akan stabil jika dilepas
• Merangkak dengan perut di lantai
• Menegakkan badan
• Merambat
• Jalan
Komunikasi dan perkembangan personalitas
• Membalas senyuman
• Bereaksi terhadap namanya
• Mengatakan dada, baba, gaga
• Bereaksi jika dipanggil namanya
• Melambaikan tangan dag dag
• Berbicara dengan dua kata yang mempunyai makna
• Memahami beberapa kalimat yang digunakan sehari-hari
• Dapat menolong diri sendiri
• Bermain dengan anak lain
• Mempunyai pendapat sendiri
• Dapat diberitahu/perintah
• Mempunyai inisiatif
Catatan:
Tidak semua anak gifted mempunyai gejala yang lengkap sebagaimana di atas, namun
secara umum mempunyai gejala-gejala yang banyak dari daftar di atas. Anak-anak yang
lahir premature dapat saja berkemungkinan kelaknya ternyata adalah anak-anak gifted.
Dari laporan para orang tua, umumnya anak-anak ini di minggu pertama sudah dapat
membalas senyuman. Mata mengikuti gerakan juga sangat cepat berkembang. Banyak
dari bayi-bayi ini yang mempunyai jam tidur sedikit. Pada dasarnya banyak yang
menggambarkan anaknya merupakan anak yang hiperaktif, yang menuntut ekstra enerji
dari orang tuanya.
Bayi-bayi ini mempunyai perkembangan merangkak dan berjalan yang lebih cepat dari
jadwal rata-rata. Umumnya berjalan sebelum usia satu tahun.
Yang jelas bila dibandingkan dengan perkembangan rata-rata akan sangat nampak bahwa
bayi-bayi ini mempunyai lompatan perkembangan.
Perilaku overaktif nampak sebagai akibat dari perkembangan sistem neuromuskularnya,
yang telah diketahui bahwa perkembangan sistem persyarafan anak-anak gifted akan
memakan waktu lebih lama daripada rata-rata anak. Karenanya juga anak-anak ini
mempunyai sistem pancaindera yang sangat sensitif, misalnya terhadap ransang raba,
cahaya, dan suara. Disamping itu ketahanan tubuhnya juga sangat sensitif dan menjadi
rentan. Yang perlu dijelaskan juga adalah bahwa sangat banyak anak-anak gifted yang
mengalami alergi misalnya terhadap bahan pewarna dan penambah rasa.
Kebanyakan bayi akan membawa pengalaman dan kesan-kesannya turut dalam tidurnya.
Bayi-bayi ini akan lebih tenang jika dikembalikan pada pola-pola yang teratur dan
tertentu. Bila hal ini dilanggar maka anak-anak ini akan bereaksi terhadap situasi, marah
dan selalu menangis.
Dalam kurva berat badan dan tinggi badan, perlu diamati seberapa jauh pertumbuhannya
bila dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya. Dalam pemeriksaan berkala dapat
dilihat juga kapan anak-anak ini merangkak, berjalan dan seterusnya. Bila ia melebihi di
atas rata-rata anak seusianya terutama perkembanga motorik dan kognitif, maka dapat
diartikan bahwa bayi-bayi ini mempunyai lompatan perkembangan.
SARAN yang dapat diberikan oleh dokter tumbuh kembang pada orang tua:
• Sedapat mungkin tidur siang dipercepat sepagi mungkin, setidaknya di akhir jamjam
pagi hari.
• Istirahatlah saat anak tengah tidur
• Orang tua juga perlu menyediakan waktu luang untuk diri sendiri
• Bila di boks bayinya ia masih bangun, cobalah putar musik lembut untuknya
• Perhatikan yang dapat merangsang inderanya, terutama bunyian, sentuhan, dan
cahaya (anak-anak ini sangat sensitive terhadap berbagai rangsangan itu)
• Buatlah kestrukturan dan keteraturan kegiatan
• Terimalah keadaan ini
TIPS bagi dokter tumbuh kembang
• Waspadalah jika ada laporan orang tua tentang perkembangan, gangguan tidur, banyak
gerak yang meminta enerji ekstra dari orang tua
• Bila anak itu tidak melalui fase merangkak, selanjutnya perkembangan motoriknya
harus mendapatkan perhatian, jika perlu minta bantuan pada fisioterapi
• Beri berbagai tip misalnya dalam masalah tidur
• Gunakan juga berbagai tes yang sebetulnya untuk tes-tes yang akan datang
• Anjurkan orang tua untuk mencari bantuan keluarga. Dalam kaitannya dengan
mengatasi masalah sensoris, meletakkan bayi di day care tidak selalu sebagai
pemecahan masalah.
• Beri orang tua hasil laporan pemeriksaan anda untuk diberikan juga ke pihak sekolah
(taman bermain atau taman kanak-kanak). Hal ini akan menjadi upaya menolong
orang tua dan merupakan awal yang baik dalam menanganinya.
USIA 1-4 TAHUN
Balita usia 2,5 – 4 tahun dengan lompatan perkembangan biasanya tidak terlalu banyak
masalah bila dibandingkan dengan masa-masa bayinya. Anak-anak ini belajar segala sesuatu
sangat cepat. Mereka menuntut jawab bagi banyak pertanyaannya untuk mendapatkan
informasi, dan mereka juga mengerjakan sesuatu yang berbeda-beda.
Dalam upaya eksplorasinya yang antusias itu umumnya ia melihat peralatan atau alat-alat
mainnya secara cepat sekali, sehingga sebagai orang tua harus terus menerus berupaya
mencari sesuatu yang baru dan menantang. Seringkali juga menyulitkan.
Gejala
• Mempunyai keterikatan pada pola yang sama
• Mandiri
• Mempunyai loncatan perkembangan kognitif
• Motorik halus
• Tidak bisa bermain dengan teman sebaya, namun lebih menyukai dengan yang lebih
tua
• Konsentrasi terhadap tugas
• Perfeksionisme
• Seringkali belajar membaca dan berhitung sendiri
• Berkemampuan logik dan analisa yang baik
• Mempunyai perhatian yang luas dengan apa yang terjadi di sekitarnya
Dalam melihat gejala-gejala tidak selalu semua gejala akan dipenuhi, namun seringkali
terjadi yang terbanyak adalah mempunyai gejala-gejala di atas.
Untuk melihat adanya lompatan perkembangan umumnya kita dapat mengamati pemahaman
apa saja yang sudah dimiliki anak:
• Penjumlahan (banyak/sedikit, lebih/kurang)
• Pemahaman waktu (hari ini, besok)
• Pemahaman hitungan
• Jumlah dafatr kata-kata yang dimiliki dan penggunaan bahasa dibandingkan dengan
anak seusianya
• Mempunyai kemampuan observasi yang baik
• Berpikir logik (sebab akibat)
Tentang perkembangan kognitif ini kita tak perlu menekankan akan menyebabkan masalah.
Biarkan si anak mengembangkan dirinya melalui apa saja yang ia inginkan. Jangan
menghambat perkembangan kognitif misalnya dengan cara melarangnya.
Observasi motorik halusnya melalui:
• Koordinasi mata-tangan saat bekerja
• Menggambar boneka sebagai ganti menggambar “koppoter” (boneka jabrik atau
orang-orangan sawah)
• Menempel dan menyobek
• Menyusun manik-manik
• Mewarnai dengan potlod
• Menggambar pinggiran
• Meletakkan puzzel kecil-kecil
Masalah-masalah yang dapat terjadi dalam perkembangan yang buruk
Bila seorang anak balita tidak terdeteksi sebagai anak yang mempunyai lompatan
perkembangan, maka akan menyebabkan masalah dalam perkembangan sosial emosionalnya.
Semakin lambat anak ini terdeteksi, masalah yang ditimbulkan akan semakin besar.
Pada anak-anak balita kita dapat mengamatinya dari beberapa perilaku di bawah ini.
Perkembangan Sosial
• Si anak mengalami kesulitan bila harus melakukan kontak dengan anak-anak lainnya
• Diajuhi oleh teman-temannya
• Mengganggu permainan atau pekerjaan teman lain
• Banyak terlibat dalam perkelahian dan konflik
• Sulit diajak bekerjasama
• Sulit berbagi dengan teman lain
• Sulit menerima pendapat orang lain
• Suka mengolok
• Sulit menerima kekalahan
• Kurang mengambil inisiatif untuk kontak sosial
Perkembangan emosional
• Anak menjadi pendiam dan menarik diri
• Takut menunjukkan dirinya
• Takut bertanya dan takut menjelaskan sesuatu
• Kurang percaya diri dan merasa tidak yakin
• Menuntut banyak perhatian dari guru dan teman-temannya
• Seringkali menjadi agresif terhadap anak-anak lain
• Sulit turut dalam aturan permainan/peraturan dalam kelompok
• Sedikit mengeluarkan perasaannya
• Bereaksi secara ekstrim dalam kontak fisik
• Tidak menikmati sekolah
• Selalu bermasalah jika harus berangkat tidur
• Kebiasaan yang khas yang selalu muncul (menggigit kuku, keras kepala tidak mau
diberitahu)
• Menjadi brutal dan agresif
• Hiperaktif dan banyak gerak
• Pelamun
• Tegang
GEJALA-GEJALA YANG SERING DILAPORKAN ORANG TUA
Gejala yang sering disampaikan orang tua pada dokter tumbuh kembang dan dokter sekolah,
bukan dimaksudkan untuk menegakkan diagnosa bahwa ia seorang anak gifted. Namun bisa
berupa indikasi kemungkinan si anak adalah anak yang mengalami lompatan perkembangan.
1. Selalu sibuk yang sangat intens.
Kebutuhannya untuk menyibukkan diri pada anak ini lebih intensif bila dibandingkan ratarata
anak seusianya. Ia lebih aktif, dan selalu ingin melakukan segala sesuatu terus
menerus.
2. Banyak enerji
Sekalipun ia mempunyai aktifitas yang banyak beberapa diantaranya justru kebutuhan
tidurnya lebih sedikit daripada anak-anak balita lainnya. Pekerjaan orang tua juga menjadi
lebih banyak. Orang tua menjadi terlalu lelah.
3. Perkembangan bahasa
Perkembangan ini umumnya berkembang cepat sejak awal. Kadang diikuti dengan bahasa
aktif berkembang belakangan (ketertinggalan perkembangan bicara), namun ia akan
menyusul ketertinggalan perkembangan itu dengan cepat. Ia mempunyai daftar kata-kata
yang banyak, penggunaan kata-kata yang lebih intensif dan menggunakan kata-kata
abstrak.
4. Kebutuhan akan pengetahuan
Anak-anak ini selalu ingin tahu, mengingatnya dengan baik, dan menggunakannya secara
langsung dan baik. Kebutuhan akan pengetahuan adalah kebutuhan internalnya dan tidak
tergantung pada imbalan. Si anak mengambil inisiatif sendiri, bertanya terus menerus dan
tidak puas dengan jawaban yang tidak jelas. Kita sudah mengetahui bahwa diusia tiga
tahun adalah usia dimana anak selalu bertanya “mengapa”, namun pada anak-anak yang
mengalami lompatan perkembangan ini ia akan bertanya tanpa putus-putusnya. Seringkali
anak-anak ini membuat pertanyaan baru dari jawaban atas pertanyaan yang lalu.
5. Kosentrasi dan tugas
Anak balita ini dapat secara mandiri intens dan dalam waktu yang lama mengerjakan apa
yang dipilihnya.
6. Kearah perfeksionisme
Ia akan selalu mencoba hingga ketrampilan itu dicapainya. Tetapi dapat juga ingin
mencapai sesuatu secara perfek tanpa harus melakukan latihan. Dengan cara mengkritik diri
sendiri biasanya ketrampilan ini dapat dikuasinya.
7. Kemandirian
Sejak dari usia sangat muda sudah selalu menginginkan mengerjakan sesuatu sendiri. Lebih
memilih mencoba tanpa henti-hentinya dan tidak mau menerima bantuan. Dengan cara
dimana ia melakukannya sendiri itu, maka pada anak-anak ini akan berkembanglah
identitas diri yang kuat.
8. Perhatian terhadap kehidupan
Sejak usia tiga atau empat tahun ia sudah mulai memikirkan tentang kehidupan dan untuk
itu ia selalu mengajukan pertanyaan yang dalam. Ia tidak hanya ingin tahu dari mana
manusia berasal, tetapi juga kemana mereka kelak perginya. Pemikiran-pemikiran ini
sudah muncul sejak anak tersebut masih sangat muda yang sering membawanya pada
pemikiran bahwa hidup ini sesungguhnya percuma.
Balita yang lebih besar kelak umumnya mempunyai kebiasaan tidur yang semakin buruk.
Banyak yang menjelaskan bahwa mereka memang lelah, tetapi masih banyak yang harus
dipikirkan. Pertanyaan terbanyak yang paling kompleks adalah sekitar seberapa banyak jam
tidur yang dapat diharapkan. Mereka juga mencoba, sebagaimana diri mereka yang kreatif,
segala sesuatu harus ada alasannya untuk berpikir agar tidak pergi tidur: lupa mengerjakan
sesuatu, ada yang masih harus diselesaikan, dan seterusnya. Namun harus selalu diupayakan
agar ia mempunyai jam tidur yang tetap. Upayakan hindari diskusi atau konflik. Letakkan
peraturan yang tegas.
Tips untuk orang tua
• Buatlah pola yang tetap dan keteraturan
• Upayakan setiap malam menjelang tidur agar si anak ke kamarnya pada jam yang
tetap, dan biarkan ia berada di sana (Bila tak bisa tidur, biarlah jangan dipaksa tetapi
upayakan agar ia tetap di dalam kamarnya mengerjakan sesuatu yang masih harus
dikerjakannya) sampai waktu tertentu.
• Stimulasi agar responsive
• Jangan mencoba untuk menghambat perkembangan
• Jangan menuntut terlalu tinggi
• Belilah mainan dimana ia memang sudah dapat menggunakannya
• Carilah mainan yang aman bagi anak-anak
• Bicaralah dengan anak pada tingkatan dirinya
• Bacalah sebanyak mungkin tentang anak gifted
• Perhatikan apakah perkembangannya sejak bayi memang berjalan dengan cepat
• Laporkan hal ini pada guru TK/SD
Deteksi sedini mungkin anak-anak ini setidaknya dua bulan sebelum anak-anak ini pergi ke
sekolah. Seorang anak gifted memerlukan layanan dan perencanaan pendidikan individual.
GEJALA YANG TERSERING DITEMUI OLEH ORANG TUA
• Gambarannya berbeda antara di sekolah dan di rumah
• Di sekolah ia mengerjakan sesuatu yang seringkali justru di rumah sudah lama tidak
dikerjakannya lagi
• Anak sering mengalami keluhan psikosomatis (sakit perut, sakit kepala) saat harus
berangkat ke sekolah
• Si anak semakin hari semakin tidak mau berangkat ke sekolah, menurutnya tidak
menyenangkan.
Di taman bermain seringkali terjadi:
• Anak tidak dapat bermain dengan anak lain, atau hanya dengan anak yang lebih tua
• Anak menunjukkan perilaku yang mengganggu, nakal
• Menuntut banyak perhatian
• Mempunyai motorik yang baik: lompat, engklek, menangkap bola
Anak-anak dengan lompatan perkembangan mempunyai perkembangan kemampuan
observasi yang cepat. Sebelum usia satu tahun ia sudah melakukan hal itu. Didukung dengan
daya ingatnya yang kuat dan kemampuan pemecahan masalah ia menjadi pelajar yang sangat
cepat. Di usianya yang ke 2 ½ – 3 tahun kita sudah dapat melihat bahwa ia mulai kehilangan
hubungan dengan anak-anak teman sepermainannya. Ia lebih menyukai anak yang lebih besar.
Saat anak itu masuk sekolah dasar banyak orang tua berpikir: “akhirnya masalahnya
terpecahkan”, namun bila terjadi salah bimbingan maka justru akan lebih bermasalah.
Adalah hal yang penting pada anak yang mempunyai lompatan perkembangan harus kita
observasi secara baik. Sedini mungkin lompatan perkembangan dapat kita kenali, makin
dini juga akan lebih mudah dikenali.
Tips hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian saat observasi:
• Mereka umumnya sangat sensitive
• Mereka selalu mencoba untuk menghindari kondisi jatuh/merosot
• Mereka meminta selalu lebih daripada anak-anak lain
• Mereka sering sudah mengetahui sejak muda sekali bahwa dirinya berbeda
• Dalam kelompoknya seringkali ia bekerja berada di bawah tingkatan kemampuannya
• Baginya dirasa tidak menyenangkan (keterlaluan) bila mereka hanya dibicarakan
tentang ketertinggalannya
• Kontak sosial dengan anak-anak gifted lainnya dapat memberikan hasil positif dalam
perkembangan sosial emosionalnya.
Akan sangat bermanfaat jika dokter tumbuh kembang dan dokter sekolah meminta orang tua
membuat laporan tertulis tentang perkembangan anaknya. Begitu juga pihak sekolah dapat
melaporkan gejala-gejala yang ditemuinya. Pihak sekolah dapat juga menggunakan formulir
laporan perkembangan 0-4 tahun yang sudah dibuat. Laporan tertulis dari dokter tumbuh
kembang dan dokter keluarga dapat digunakan sebagai lampiran. Pihak sekolah dapat
dimintakan untuk menanganinya secara kreatif. Jangan menghambat kebutuhannya. Biarkan
anak berkembang dalam tingkatan perkembangannya. Bila anak sudah saatnya masuk
sekolah, hendaknya pihak sekolah perlu mendapatkan laporan tersebut agar kepadanya dapat
segera dilakukan observasi.
Dokter keluarga
Banyak yang berpikir bahwa pada seorang anak gifted segalanya beres, baik-baik. Namun
sebetulnya, seorang anak gifted jika tidak mendapatkan bimbingan dan pengasuhan yang baik,
seringkali muncullah berbagai keluhan psikosomatik. Biasanya penyebabnya terletak
bagaimana pengetahuan si orang tua, pembimbing, dan guru. Sejak lahir, seorang anak gifted
sudah mempunyai perkembangan yang cepat. Saat di taman kanak-kanak dan sekolah dasar
akan terlihat bahwa ia mempunyai perkembangan lebih kedepan jika dibandingkan temantemannya.
Bila di sekolah ia harus mengerjakan segala sesuatu di bawah tingkat
kemampuannya, maka dalam waktu singkat ia akan mengalami kebosanan, yang
menyebabkan tidak mau berkontak dengan teman-temannya, keluhan sakit kepala, kesulitan
tidur, dan sakit perut. Keluhan ini dapat lebih parah bila si anak dalam waktu yang lama tidak
mendapatkan bimbingan. Dalam keadaan ini biasanya orang tua justru menghubungi dokter
keluarga. Bila seorang dokter keluarga mendapatkan kondisi seperti ini, perlu segera melihat
bagaimana karakteristik lompatan perkembangan si anak. Dapat dilihat bahwa ia dari seorang
anak yang gembira dalam beberapa bulan berubah menjadi anak yang agresif, atau pasif. Bila
di rumah dibiarkan dengan kefrustrasiannya, maka gambaran yang diperoleh oleh orang tua
dan guru akan sama. Karena itu akan kesulitan untuk melihat apakah ia seorang anak gifted
yang mengalami gangguan psikosomatik hanya dengan melakukan pemeriksaan fisik. Padahal
sementara itu si anak sebetulnya hanya mengalami lompatan perkembangan saja. Bila seorang
anak mendapatkan bimbingan yang tepat, umumnya keluhan-keluhan psikosomatik itu akan
hilang dengan sendirinya.
USIA 4 – 5 TAHUN
Di usia ini anak akan masuk ke sekolah TK, umumnya belum muncul masalah. Gejala yang
dapat diamati akan adanya lompatan perkembangan dapat dilihat sebagai berikut:
• Belajar membaca dan berhitung sendiri
• Mempunyai motorik halus yang sangat baik
• Lebih menyukai bermain dengan anak-anak lain
• Mempunyai konsentrasi dan ketahanan kerja yang tingi, dan dapat melakukan banyak
hal dalam waktu bersamaan
• Senang belajar
• Sangat enerjik dan tidur hanya sedikit
• Mempunyai daya ingat kuat
• Perilakunya menunjukkan bahwa ia perfeksionis
• Mudah belajar (sering kali justru hanya ingin menuruti kemauannya sendiri, dan
menyimpang dari metoda yang umum)
• Penggunaan bahasa yang sangat baik
• Mandiri dalam melakukan pekerjaan (membutuhkan sedikit petunjuk saja)
• Mampu mengerjakan tugas yang kompleks
Bila giftednessnya tidak dapat dikenali secara langsung, biasanya dapat digali melalui
pengalaman orang tua:
• Dalam waktu singkat si anak tidak menyukai sekolah
• Di rumah si anak sangat pasif
• Di rumah si anak akan menjadi anak yang agresif
• Dalam keadaan tidur gigi gemerutuk (bruxism), berkeringat, dan tidur tak tenang
• Menggigit pakaian
• Keluhan psikosomatik, seperti sakit kepala, sakit perut. Biasanya keluhan ini hanya
berlangsung saat hari-hari sekolah bukan di akhir pekan atau liburan
• Si anak sama sekali tidak akan mau membicarakan tentang sekolah
• Bila mengamati pekerjaannya di sekolah nampak ia melakukan pekerjaan di bawah
tingkat kemampuan, atau melakukan imitasi pekerjaan teman-temannya
• Si anak diharapkan oleh pihak sekolah agar bisa belajar
Sangatlah penting untuk mencari bantuan memecahkan permasalahan, jangan sampai
pandangan/gambaran terhadap si anak menjadi rusak. Dan juga akan berlanjut menjadi
underachiever (prestasi rendah) atau terkembangnya faalangst (merasa tidak bisa padahal
bisa). Bila si anak mendapatkan bimbingan yang baik, maka keluhan-keluhan itu dapat
berkurang dan bahkan menghilang.
Mula-mula lakukan kontak dengan pihak sekolah, sementara itu jelaskan pada dokter sekolah
atau dokter keluarga untuk mencari jalan keluar bagi keluhan fisik dan atau psikis yang
dialami oleh si anak sebagai akibat dari buruknya kinerja di sekolah.
Jangan mengharapkan semuanya dari pihak sekolah, tapi upayakan semaksimal mungkin
untuk melakukan bimbingan yang baik bagi anak. Bisa juga untuk memperkuat upaya itu
menggunakan brosur ini sebagai bahan acuan.
TIPS untuk dokter sekolah
• Perhatikan bagaimana tumbuh kembang si anak sejak usia bayi
• Bacalah lebih banyak tentang anak-anak gifted dan anak-anak dengan lompatan
perkembangan
• Perhatikan perilaku/laporan si anak
BEBERAPA HAL YANG PERLU MENJADI PERHATIAN ORANG TUA
• Apakah si anak menyukai berangkat ke sekolah?
• Apakah segalanya terlalu mudah?
• Adakah si anak mempunyai kontak sosial?
• Adakah si anak mempunyai keluhan psikosomatik?
• Apakah si anak mempunyai prestasi yang berubah-ubah?
• Apakah menurut si anak bahwa sekolah tidak menyenangkan?
• Apakah perilaku anak berbeda antara di sekolah dan di rumah?
• Apakah si anak lebih menyukai bermain dengan anak yang lebih tua?
HAL-HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN SEKOLAH
Berbagai tes
Pertama-tama guru perlu melakukan observasi dalam kelompok, untuk kemudian lakukan
diskusi dengan orang tua, dan cari upaya agar dilakukan tes pada lembaga bantuan pedagogi.
Hasilnya dengan orang tua didiskusikan, dan buatlah segera rencana pembelajaran untuk
tahun berikutnya.
Akselerasi/percepatan
Seorang anak gifted dapat dengan cepat menyelesaikan bahan ajar umum. Percepatan dapat
dilakukan satu kali per hari atau dengan periode jangka panjang. Materi untuk percepatan
diberikan sedemikian rupa sehingga si anak juga mendapatkan pengkayaan dan pendalaman.
Cara memberikan percepatan dapat dengan beberapa cara:
• Dilompatkan kelas
• Tetap duduk di dalam kelas tetapi anak mendapatkan materi khusus
Lompat kelas
Percepatan di usia dini misalnya usia lima tahun masuk ke sekolah dasar, hal ini justru akan
memberikan banyak keuntungan.
• Si anak akan dengan mudah menyesuaikan diri
• Tidak mempunyai periode menjadi underachiever
• Kemungkinan berkembangnya faalangst (takut berbuat salah, merasa tidak bisa
padahal sebenarnya ia bisa) lebih kecil
• Penerimaan teman lain lebih mudah
• Kebutuhan belajar membaca dan berhitung pada anak di usia ini sangat besar
• Perpindahan dari periode bermain ke periode belajar agar mudah dilaluinya, maka ada
baiknya sehari sekali tetap berada di taman kanak-kanak, sampai di suatu saat ia tidak
mempunyai kebutuhan bermain lagi.
Pendapat kontroversial tentang lompat kelas sering mengatakan bahwa perkembangan sosial
emosional anak-anak itu belum mencukupi. Mereka menakutkan bahwa kelak si anak akan
kesulitan bersosialisasi dengan teman-teman sekelasnya. Karena anak-anak ini juga merasa
lebih menyenangi bermain dengan anak sebayanya, namun sebaliknya ia juga membutuhkan
untuk belajar lebih jauh dari teman-teman sebayanya. Sehingga jika anak-anak ini dalam
periode lama berada di sekolah taman kanak-kanak dan selalu saja bekerja di bawah kapasitas
kemampuannya, bisa jadi justru akan menimbulkan masalah sosial emosional padanya.
Dengan cara melompat-kelaskan, ia akan belajar sesuai kapasitasnya.
Dicuplik dari: Help een hoogbegafde kind – de consultatiebureau en school arts, Landelijk
informatiecentrum hoogbegaafdheid, stichting Plato, Wateringan.2002.
(Bantulah anak gifted – panduan bagi dokter tumbuh kembang dan dokter sekolah, Pusat Informasi
Keberbakatan Nasional, disebarluaskan oleh Stichting Plato, Wateringen, 2002)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: