Therapy Autis 1

Apakah Anda tahu sebelumnya bahwa Bill Gates (yang punya Microsoft) termasuk anak autis ?

Autis merupakan kelainan psikis yang dimulai sejak anak-anak sampai dewasa karena kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi yang kurang. Autis bisa dialami siapa saja dengan kondisi lingkungan sosial yang beraneka ragam. Bill Gates adalah salah satu contoh penderita autis.

Tujuan utama orang tua melakukan terapi terhadap anak-anak mereka yang menderita autis adalah bahwa mereka menginginkan anak-anak dapat hidup normal kembali seperti anak-anak pada umumnya yang dapat berkomunikasi secara normal. Hal tersebut akan menjadi sulit jika anak-anak mereka tidak dapat berkomunikasi secara verbal.

Peneliti dari Northwestern University menemukan metode pengajaran baru bagi anak-anak penderita autis agar dapat berkomunikasi yang disebut dengan virtual peer.
Menurut Justine Cassell, professor ilmu komunikasi dan teknik elektro, metode baru ini dapat bekerja secara baik dan dapat memberikan terapi yang optimal pada anak-anak penderita autis. Cassell mengatakan bahwa anak-anak autis dapat berkomunikasi/bercakap-cakap dua arah dengan virtual peer.

Cassel dan Andrea Tartaro bekerja dengan 6 anak autis berumur 7 sampai dengan 11 tahun dan data-data dikumpulkan dari anak-anak penderita autis dan bukan penderita serta virtual peer yang diberi nama Sam.
The researchers designed Sam to look about eight years old and to be gender ambiguous. Sam is projected onto a screen and appears as a life size child with a dollhouse featuring movable furniture and figurines.  The researchers found that autistic children produced more contingent sentences when they spoke with Sam as compared to a real child.

The researchers point out that they aren’t suggesting that autistic children should look first for virtual playmates. Tartaro said in a statement, “Certainly we’re not saying that virtual peers make the best playmates for children with autism. The overall goal is for the children with autism to generalize the skills they learn in practice sessions with virtual peers to meaningful interactions with real-world children.”

The virtual peer is good for helping autistic kids learn how to interact with other kids and hone their interpersonal skills because the virtual kid can produce certain types of emotional states when needed. The virtual child also doesn’t get impatient with the autistic child

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: