Mencerdaskan Anak

Stimulasi Yang Mencerdaskan Anak

Ingin punya bayi sehat dan cerdas? Kuncinya hanya satu, stimulasi! Para pakar kesehatan anak sepakat bahwa hingga kini tak ada cara lain yang bisa menggantikan stimulasi dalam mencerdaskan anak.

Itu sebabnya, ketika anak masih berada dalam masa the golden age 0-3 tahun, orangtua dianjurkan untuk memaksimalkan stimulasi. Sebab, setelah lewat usia tersebut, perkembangan otak anak pun akan melambat seesuai dengan pertambahan usianya. Jadi, ayo para orangtua manfaatkan masa ini dengan sebaik-baiknya!

Mengapa stimulasi?

Otak manusia terdiri dari jutaan saraf. Nah, stimulasi diberikan agar terjadi hubungan hubungan (network) antara satu saraf dengan saraf lain. Sehingga kelak saat ia memasuki usia sekolah, otaknya akan lebih mudah menerima dan menyimpan pesan dari luar.

Butuh banyak waktu?

Memberikan stimulasi bukan berarti Anda harus menghabiskan waktu bersama si kecil selama 24 jam. Faktor penting adalah kualitas dan bukan kuantitas.. Selain itu kini sudah banyak dijual buku-buku serta alat permainan edukatif yang dapat membantu orangtua memberikan stimulasi pada si kecil.

Stimulasi sesuai tahapan usia

Usia 0-3 bulan
Berikan stimulasi yang mengutamakan rasa nyaman aman, dan menyenangkan. Seperti memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, dan berbicara. Bunyi-bunyian dari mainan yang digantung dengan warna-warna yang menarik juga merupakan stimulasi yang menyenangkan bagi bayi. Di akhir usia 3 bulan, latihlah si kecil dengan cara menggulingkannya ke kanan dan kiri, tengkurap-telentang. Jika tangannya sudah cukup kuat, rangsang si kecil untuk meraih dan memegang mainan.

Usia 3-6 bulan
Stimulasi ditambah dengan bermain “cilukba”. Bayi dirangsang untuk tengkurap, telentang, bolak- balik, serta duduk.

Usia 6-9 bulan
Stimulasi mulai ditingkatkan. Latih tangan anak bersalaman, duduk dan berdiri sambil berpegangan. Mulai biasakan anak dengan membacakan dongeng sebelum tidur.

Usia 9-12
Ajari anak memanggil mama-papa atau ibu-ayah, kakak atau adik. Ajak dia bermain memasukkan mainan ke wadah. Mulai ajari si kecil minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, dan berjalan dengan berpegangan.

Usia 12-18
Ajari anak memegang pensil dan biarkan dia mencoret-coret kertas dengan pensil warna. Bermain bersama menyusun kubus, potongan gambar sederhana, memasukkan dan mengeluarkan benda kecil dari wadahnya, bermain boneka, serta menggunakan peralatan makan. Anak juga dilatih berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah sederhana, menyebutkan nama, dan menunjukkan benda-benda.

Usia 18-24
Rangsang anak dengan menanyakan, menyebutkan, dan menunjukkan bagian tubuh (mata, hidung, telinga, mulut), menanyakan gambar, serta menyebutkan nama binatang dan benda-benda di sekitar rumah. Anak diajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum, mandi, main, dan sebagainya), latihan menggambar garis, mencuci tangan, memakai celana, baju, melempar bola, dan melompat.

Usia 2-3 tahun
Ajari anak untuk mengenal warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit), menyebutkan nama teman, menghitung benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan. Mulai menggambar garis, lingkaran dan manusia, latihan berdiri satu kaki, juga dilatih buang air kecil dan besar di toilet.

Usia 3 tahun ke atas
Stimulasi lebih mengarah pada pengembangan kemampuan untuk kesiapan sekolah. Misalnya memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana, buang air kecil dan besar di toilet, berbagi dengan teman, serta kemandirian. Stimulasi bisa dilakukan di rumah atau di kelompok bermain dan taman kanak-kanak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: