Mendisiplinkan Anak dengan Cinta

Disiplin cenderung diidentikkan dengan larangan, penegakkan aturan yang disertai hukuman yang membuat anak ketakutan. Disiplin sebenarnya pembentukan perilaku, lebih mengarah pada hal positif, yang lebih berhasil jika diterapkan dengan cinta.

Saat menerapkan disiplin, hal pertama yang perlu diingat adalah, orang tua tidak bisa mengharapkan anak senantiasa berperilaku baik. Keterbatasan kemampuan ekspresi anak, membuat kita perlu berlapang dada untuk mengimbangi mereka.

Hindari Kekerasan
Saat menegakan disiplin, orang tua cenderung beranggapan bahwa menghukum adalah cara yang paling efektif. Ada benarnya, selama hukumannya berdampak memicu perilaku positif. Memukul, atau menerapkan hukuman yang “memberatkan” anak, bisa memberikan trauma pada anak. Misalnya rasa takut, pukulan tidak membuatnya mau mendengarkan, si kecil justru membuat ia terluka dan enggan diajak bekerjasama. Pukulan juga membuat anak tidak mempercayai orang tuanya. Rasa percaya yang minim, memicu timbulnya reaksi penolakan dari anak terhadap orang tua.

Langkah-langkah mendisiplinkan anak

1. Mengarahkan jadi positif
Berteriak, merengek atau merajuk adalah cara aak menarik perhatian. Jika si kecil melakukan hal ini, jangan biarkan diri Anda tepancing untuk meresponsnya dengan cara negatif. Katakan dengan tegas namun tidak marah, bahwa Anda tidak mengerti apa yang dikatakannya jika ia merengek atau tidak jelas mengucapkannya.

2. Mengalihkan perhatian
Jika anak melakukan hal yang tidak Anda inginkan, lakukanlah pengalihan. Panggil anak dan ajak ia melakukan aktivitas lain.

3. Beri Contoh Positif
Hal terpenting saat mengajarkan disiplin pada anak adalah konsistensi. Kebanyakan orang tua yang menerapkan disiplin ketat di rumah, justru melonggarkan aturan-aturan saat berada di depan publik. Kondisi ini cenderung membingungkan anak, karena ia dihadapkan pada standar ganda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: