Apakah Anak Anda Disleksia ?

Bila Si Kecil Mengalami Disleksia

Bagaimana perkembangan anak Anda di sekolah? Apakah ia mengalami kesulitan dalam mengeja, sulit berkonsentrasi atau bahkan berkomunikasi? Cobalah Anda lebih memperhatikannya, mungkin saja Ia mengalami gangguan disleksia.

Disleksia bisa dipahami sebagai kesulitan membaca secara teknis. Namun dalam pengertian luas, disleksia berarti segala bentuk kesulitan yang berhubungan dengan kata-kata, seperti kesulitan membaca, mengeja, menulis, maupun memahami kata-kata.

Biasanya anak disleksia akan mengalami gejala seperti, sulit mengeja, sulit membedakan huruf b dan d, kekurangan atau kelebihan huruf dalam menulis, sulit mengingat arah kiri dan kanan, sulit membedakan waktu antara hari ini, kemarin, dan besok, sulit mengingat urutan, sulit mengikuti instruksi verbal, sulit berkonsentrasi, perhatiannya mudah teralih, sulit berkomunikasi karena bahasanya kaku dan tidak berurutan, kesulitan dalam berhitung terutama bila disampaikan dalam bentuk cerita, tulisannya sulit dibaca dan kurang percaya diri.

Bagaimana cara menangani anak disleksia?

Menangani anak disleksia memang tidak mudah, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan sepenuhnya. Jangan pernah menyerah untuk selalu mendukung dan mengajarinya.

Si kecil masih bisa belajar di sekolah biasa, bila perkembangan sosial emosinya tidak terganggu dan mampu mengikuti pelajaran dengan nilai yang cukup. Namun jika efek disleksia sudah amat mengganggu prestasi belajarnya, sebaiknya Anda memindahkannya ke sekolah khusus agar Ia bisa ditangani secara intensif.
Agar kekurangan si kecil bisa teratasi, tidak ada salahnya bila Anda ikut melatihnya di rumah.

Latih Si Kecil Membaca

Bila si kecil mengalami kesulitan membaca secara teknis, seperti sering terbolak-balik membaca kata atau bingung dengan huruf yang bentuknya mirip, Anda bisa membantunya dengan cara :

*

Mulailah melatihnya dengan mengenalkan huruf, suku kata, lalu berlanjut dengan kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya. Anda juga bisa membuatkan huruf dari lilin warna-warni agar ia lebih bersemangat untuk belajar.

*

Lakukan metode dikte. Cobalah Anda mendiktekan suatu kata atau kalimat kepadanya dan biarkan ia menuliskannya. Atau lakukan sebaliknya, biarkan si kecil mendikte dan Anda yang menulis. Lalu minta ia membacakannya kembali.
*

Ajak si kecil untuk membaca suatu wacana yang sumbernya bisa dari buku bacaan atau buku cerita bergambar. Kemudian lakukan tanya-jawab mengenai wacana tersebut.
*

Berikan tugas yang melatih rangsang visualnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: