4 Cara Mendidik Anak

1. Pendidikan dengan Tauladan orang tuanya.
Pendidikan yang pertama dan utama adalah di rumah, orang tua sebagai gurunya. Di sekolah hanyalah sebuah institusi formal saja. Orang tua sangat penting peranannya dalam mendidik seorang anak. Dan Tauladan dari orang tualah yang sangat penting. Anak akan melihat perilaku orang tua, anak akan mendengar kata-kata (pembicaraan) orang tuanya, anak akan meniru apa yang diperbuat orangtuanya. Maka jika saja apa yang perlihatkan orang tuanya adalah perilaku yang baik, maka anak akan baik, namun sebaliknya jika anak melihat perilaku orangtuanya jelek pasti anak itu akan jelek juga.

Rasulallah saw adalah tauladan yang mulya untuk dijadikan rujukan, Allah bersabda “ Sesungguhnya telah ada dalam diri Muhammad tauladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah ” (Al Ahzab 33:21)

Rasulallah saw berakhlak Qur’an sehingga setiap tindak tanduknya selalu terbimbing oleh wahyu Allah SWT. Bagi setiap orang tua seharusnya berakhlak (berperangai) yang baik, karena setip saat akan dilihat dan ditiru oleh anak-anaknya.

Jangan salahkan anaknya nakal, tidak penurut, bandel. yang harus introspeksi adalah diri sendiri supaya tidak menyalahkan anaknya atau orang lain. Telunjuk saat menunjuk satu ke oranglain tapi empat jari ke diri sendiri.

2. Pendidikan dengan Nasihat
Orang tua harus selalu mengajak anaknya untuk berdiskusi, selalu berdialog. Melibatkan anaknya dalam setiap pembicaraan akan mengembangkan sikap percaya pada diri anak dibarengi dengan contoh perilaku orangtua yang mulia. Anak akan mudah untuk menyampaikan apapun terhadap orang tuanya, orang tua akan mudah pula untuk menyampaikan nasihat-nasihatnya dengan cara yang tidak menggurui tapi dengan cara sambil berdialog atau diskusi yang sudah dikembangkan sejak dini.

Banyak anak saat ini apalagi yang menginjak usia baru gede, selalu merasa “rese” jika di nasihati ibu atau bapaknya, mereka tidak nyaman saat dinasihati orang tua, kadang mereka mengangguk-angguk saat dinasihati, tapi dibelakang dongkol. Preseden buruk bagi orang tua yang sudah tidak didengar nasihatnya oleh anak. Hal itu terjadi karena perkataan (nasihat) orang tua tidak sejalan dengan perilaku (tauladan) nya tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Jadi wajar jika anak tidak mau mendengar nasihat orang tuanya.

Seharusnya budaya keterbukaan dalam dialog, selalu melibatkan anak dalam diskusi, dan perilaku orang tua yang mulia akan selalu dijadikan rujukan oleh anaknya. Dan suatu saat nasihat dilontarkan kepada anak, maka anak akan dengan senang hati mendengarnya.

3. Pendidikan dengan Perhatian
Jika saja waktu ini lebih dari 24 jam, maka perhatian orang tua seharusnya sepanjang hari. Apalagi bagi anak masa pertumbuhan baik fisik, emosi dan mentalnya. Karena anak adalah berada pada masa membutuhkan perhatian penuh. Memang saat ini kita tidak memungkinkan untuk mengawasi anak selama itu, namun dengan perhatian penuh apapun caranya, apakah dengan sms, telpon, atau saat mau tidur dan sebelum berangkat kerja adalaj moment yang sangat penting bagi orang tua mencurahkan perhatiannya terhadap anak. Namun hati-hati jangan sampai dicurigai memata-matai. Hal itu timbul karena perhatian itu tidak dikembangkan sejak dini. Bentuk perhatian adalah dengan selalu dekat denganya, selalu mengetahui kebutuhan anak, selalu siap memberikan apa yang dibutuhkan anak, walaupun tidak dalam bentuk materi. Seperti anak kecil ketika menangis, maka orang tua yang memberikan perhatian dia akan mencoba merangkul, memeluknya dan memberikan ketenangan batin bagi anak tersebut.

4. Pendidikan dengan Hukuman
Sayang kepada anak bukan berarti tidak memberikan hukuman. Hukuman yang dianjurkan adalah hukuman yang mendidik, tidak hukuman berupa fisik. ketika anak salah orang tua harus memberikan hukuman, hukuman yang akan diberikan selayaknya di sepakati terlebih dahulu dengan anak kita, jika anak kita sudah bisa diajak untuk diskusi. Jangan sampai hukuman itu diberikan tanpa kontrak (kesepakatan) dengan anak.

Namun dibalik hukuman ada juga (reward) hadiah jika anak berperilaku baik, mencapai suatu prestasi. Bahkan reward itu bisa berupa pujian atau sekedar tepuk tangan. Bentuk appreciate (penghargaan) sekecil apapun akan berbekas pada diri anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: